Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Nada yang tak tuntas
READING AGE 12+
Aisyah Nursalim
Suspense/Thriller
ABSTRACT
Prolog
Dunia ini adalah simfoni yang tak pernah berhenti, dan setiap manusia adalah sebuah nada. Ada yang lantang dan jelas, mengisi ruang dengan kehadirannya. Ada pula yang lirih, nyaris tak terdengar, namun menyimpan kedalaman yang tak terhingga. Aku selalu percaya bahwa Rayyan adalah nada yang terakhir. Nada yang kompleks, dingin, dan begitu jauh, namun entah mengapa, setiap alunan gitarnya seolah berbicara langsung pada bagian terdalam dari diriku.
Sebelum aku mengenalnya, sebelum suaranya menjadi alasan aku terus bernyanyi, aku hanya seorang gadis dengan impian sederhana. Mengisi media sosial dengan lagu-lagu cover, mencari resonansi di antara jutaan suara lainnya. Lalu aku menemukan dia. Bukan di panggung besar, bukan di televisi, hanya dari layar kecil ponselku. Namun, di sana, dalam setiap petikan gitarnya, aku merasa ada sesuatu yang bergetar. Sebuah melodi yang familiar, sebuah kesunyian yang kukenal, seolah kami berbagi rahasia yang tak terucapkan.
Aku tak pernah tahu mengapa. Aku hanya merasakan. Merasakan bahwa nada-nada itu... seolah sudah lama menungguku. Menungguku untuk mendengarnya, menungguku untuk menyanyikannya. Menunggunya untuk membawaku pada sebuah kebenaran yang tidak pernah kuduga. Kebenaran yang ternyata, akan mengubah setiap nada dalam hidupku.