Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Sisa Air Mata di Hadapan Ka'bah
READING AGE 18+
Denis suhendar
Realistic Urban
ABSTRACT
Selama lima tahun, Ami membesarkan dua cucu kembarnya, Popow dan Pupu, sejak mereka masih bayi. Setelah kehilangan putra tercintanya, Ami menjadi satu-satunya tempat kedua cucu itu mendapatkan kasih sayang seorang ibu.Dengan tangan tuanya, Ami bekerja membuat boneka demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Setiap hari dipenuhi tawa, langkah kecil, pelukan, dan panggilan "Nenek" yang menjadi sumber kebahagiaannya.Namun, setelah lima tahun berlalu, Rina, ibu kandung Popow dan Pupu, akhirnya pulang dari luar negeri. Ia datang untuk mengambil kembali kedua anaknya.Ami tidak mampu melawan. Meskipun hatinya hancur karena merasa semua pengorbanannya tidak dihargai, ia memilih menyerahkan Popow dan Pupu demi kebahagiaan mereka.Sejak saat itu, rumah Ami berubah menjadi sunyi.Tidak ada lagi suara tawa. Tidak ada langkah kaki kecil. Tidak ada dua cucu yang berebut memeluknya.Tetapi Ami sadar bahwa hidup harus terus berjalan.Dengan boneka-boneka buatannya, Ami kembali berjuang dari nol. Di tengah kesepian, kegagalan, dan berbagai cobaan kehidupan, ia perlahan menemukan kekuatan untuk bangkit.Ami hanya memiliki satu impian yang ingin diwujudkannya sebelum waktunya tiba: pergi ke Tanah Suci dan beribadah di hadapan Ka'bah.Akankah Ami mampu mewujudkan impiannya?Dan apakah hubungan Ami dengan Popow, Pupu, dan Rina akan kembali seperti dahulu?Ini bukan hanya kisah tentang kehilangan.Ini adalah kisah tentang kasih sayang, pengorbanan, memaafkan, perjuangan, dan seorang perempuan yang belajar bahwa kehilangan bukanlah akhir dari kehidupan.Selama masih ada doa, selalu ada alasan untuk bangkit.