Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Cahaya Di Balik Cadar
READING AGE 18+
AinaAsila
Romance
ABSTRACT
Alistair Wei, CEO WeiBridge Capital Sydney berusia 32 tahun — Tionghoa-Australia, ateis, sukses secara materi tapi kosong secara batin — pada suatu malam tidak sengaja berhenti pada sebuah video 17 detik di media sosial. Suara perempuan bercadar dari Yogyakarta, @cahaya.nisa, berbicara tentang ampunan Allah dengan cara yang sederhana tapi menghantam sesuatu yang selama ini ia anggap tidak ada.Ia tidak men-scroll melewatinya. Dan dari satu keputusan kecil itu, segalanya berubah.Alistair mulai berkorespondensi dengan Annisa binti Rahmat — pendiri Cahaya Institute, perempuan yang cara hidupnya adalah dakwah itu sendiri. Dari pertanyaan skeptis tentang agama, percakapan mereka tumbuh menjadi perjalanan iman yang nyata. Alistair bersyahadat di Melbourne, lalu terbang ke Yogyakarta. Di sana ia bertemu keluarga yang tidak pernah ia bayangkan: Pak Rahmat yang mengajar dengan pertanyaan, Umi Sari yang mencintai dengan masakan, dan Annisa yang membuktikan bahwa keimanan dan kecerdasan bisa berjalan beriringan.Setelah ta'aruf dan khitbah, mereka menikah di masjid kecil Kotagede.Kehidupan pernikahan mereka bukan tanpa badai. Ada keputusan yang dibuat sepihak, pola lama yang belum sepenuhnya hilang, cara komunikasi yang perlu terus diperbaiki. Tapi setiap badai diselesaikan dengan kejujuran, bukan dengan diam. Dari pernikahan itu lahir Hana Zahra Wei — yang kata pertamanya cahaya — dan Rafi Nur Wei, anak yang bermimpi membangun kapal tenaga surya bernama KM Pak Rahmat.Annisa mendirikan Cahaya Kulliyah, universitas Islam perempuan yang kini berkonsultasi ke Malaysia. Ia menulis tiga buku — tentang perempuan dan ilmu, tentang pernikahan yang dipilih setiap hari, dan tentang cara hidup sebagai dakwah. Alistair mengubah WeiBridge dari dalam: bukan hanya perusahaan yang menguntungkan, tapi yang cara kerjanya tidak perlu disembunyikan dari anak-anak.Di tengah jalan, Pak Rahmat wafat — meninggalkan kekosongan yang tidak pernah benar-benar kosong karena cara hidupnya sudah meresap ke dalam cara semua orang yang mencintainya. Lin Wei, ibu Alistair yang dingin dan jauh, perlahan mencair dan akhirnya bersyahadat, pindah ke Yogyakarta, dan menemukan panggilan barunya sebagai pengajar. Marcus Chen, rekan bisnis Alistair, bersyahadat dua belas tahun kemudian.Lima belas tahun dari satu video 17 detik, Alistair duduk di teras belakang Kotagede — tempat yang sudah menjadi tempat paling bermakna dalam hidupnya. Hana yang lima belas tahun ingin menjadi jembatan antara dunia-dunia. Rafi yang sebelas tahun sudah punya nama untuk kapalnya. Annisa yang masih memilih ia setiap hari.Dan syukur yang tidak pernah mengering.Cahaya di Balik Cadar adalah novel tentang satu keputusan kecil yang mengubah segalanya — bahwa cahaya yang baik tidak bisa disimpan, hanya bisa diteruskan, dari satu hidup ke hidup yang lain, tanpa rencana, tanpa henti.