Dreame - Pretty Venom
close button

Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.

Pretty Venom
book-rating-imgREADING AGE 18+
Sunflowernda_
Romance
ABSTRACT
Di balik lorong-lorong kampus yang tenang, ruang kelas yang dipenuhi diskusi akademik, serta kehidupan fakultas yang terlihat rapi dari luar, Thomas Ardakanta Langitjaya dan Janitra Ayuwandira Sembawati menyimpan hubungan yang jauh lebih rumit daripada yang mampu dipahami siapa pun. Mereka tampak sempurna—dua dosen muda dengan reputasi cemerlang, intelektualitas yang memikat, dan kehidupan yang terlihat mapan di mata banyak orang. Thomas, dosen hukum pidana dengan cara berpikir tajam, disiplin, dan nyaris tak pernah memberi ruang bagi kesalahan. Sementara Janitra, pengajar teknik struktur yang tenang, elegan, dan terbiasa menopang banyak hal sendirian tanpa banyak bicara. Namun di balik hubungan yang terlihat kokoh itu, ada cinta yang perlahan berubah bentuk. Thomas mencintai dengan cara yang intens; terlalu penuh perhatian, terlalu ingin menjaga, hingga tanpa sadar mulai mengatur dan mengekang. Sedangkan Janitra, yang selama ini percaya bahwa cinta adalah tempat pulang paling aman, perlahan mulai memahami bahwa rasa sayang yang dibungkus ketakutan berlebihan bisa berubah menjadi sangkar yang melelahkan. Ini bukan sekadar kisah romansa tentang dua pengajar muda yang saling jatuh cinta di tengah kesibukan dunia akademik. Ini adalah kisah tentang bagaimana cinta dapat tumbuh menjadi tempat berlindung, sekaligus perlahan menjadi ruang yang membuat seseorang kehilangan napasnya sendiri. Tentang bagaimana perhatian dapat terdengar seperti pengawasan. Tentang bagaimana niat melindungi bisa berubah menjadi kendali. Tentang dua orang yang sama-sama membawa luka, lalu mencoba saling menyembuhkan dengan cara yang ternyata justru melukai lebih dalam. Tidak ada tokoh yang sepenuhnya jahat di dalam cerita ini. Tidak ada pula cinta yang sejak awal lahir untuk menghancurkan. Yang ada hanyalah dua manusia yang saling mencintai terlalu dalam, menggenggam terlalu erat, dan perlahan kehilangan cara untuk tetap bersama tanpa saling mengikis diri masing-masing. Sampai akhirnya waktu memisahkan mereka dengan cara yang paling menyakitkan—agar keduanya belajar bahwa cinta seharusnya tidak membuat seseorang mengecil demi bisa bertahan. Dan ketika hidup mempertemukan mereka kembali dalam versi yang lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih memahami batas, Thomas dan Janitra mulai menyadari satu hal yang dulu tidak pernah mereka pahami: bahwa mereka tidak pernah salah karena saling mencinta.