Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Alexander | The Elite
READING AGE 18+
injun_lii
Romance
ABSTRACT
‘’Ulik informasi dari cewek yang gue kirim fotonya, sekaligus keberadaan Omahnya yang ada di rumah sakit Gempita!’’‘’....’’Alex menutup teleponnya lalu melemparkan kesamping kursi, mata tajamnya terlihat menyipit karena senyuman misteriusnya. Cowok rupawan itu tersenyum seraya berucap, ‘’Dinda.’’.‘’Urus biaya penngobatan Nenek itu dan ubah laporannya seolah dia sakit parah sehingga harus dirawat lama di rumah sakit!’’ perintah Alex lalu menutup teleponnya.Tatapannya mengarah pada layar ponselnya dimana terdapat foto Dinda terpampang di layar ponsel mahal itu.‘’My Baby Girl!’’.Sesampainya di rooftop rumah rumah sakit, terpaan angin dengan udara yang mulai panas dirasakan oleh Dinda ketika membuka pintu rooftop itu. sedangkan Alex menyandarkan pinggangnya pada pembatas rooftop di sana, mengeluarkan vape yang terlihat begitu elegant dan mewah.Dinda yang terdiam, langsung menghampiri Alex menjaga jarak satu meter dari cowok itu.‘’Makasih Lex, lo sudah bantu Omah gue. Gue pasti bakal balas kebaikan lo....’’Mata tajam Alex menatap jenggah Dinda, cewek polos itu benar-benar melihat dirinya seperti malaikat.‘’Gue bakal tanggung semua biaya rumah sakit Omah lo....’’Wajah Dinda merasa begitu terharu tapi...‘’Tapi lo harus jadi babu gue, lo milik gue sampai Omah lo beneran sembuh dari sakitnya.’’Dinda merapatkan bibirnya, entah apa yang harus ia jawab pada perkataan Alex, hingga akhirnya Dinda seraya kedua tangannya meremas roknya lalu membuka suaranya.‘’Iya, gue siap jadi babu lo. asalkan Omah gue sembuh!’’ jawab Dinda akhirnya.Alex dengan wajah masih datar tanpa berubah sedikitpun aura keangkuhannya, ia melangkah perlahan kehadapan Dinda, seraya menghembuskan kepulan asap itu.Alex menjajarkan wajahnya dengan wajah polos Dinda, ‘’Ingat janji lo, gue nggak segan ambil Omah lo kalo lo ngelangar perintah gue. Paham?’’Perkataan itu, kata itu, tertangkap oleh otak Dinda sebagai ancaman dan hidupnya kini tidak sama lagi....