Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
"Hati Bicara Semesta Mendengar "
READING AGE 18+
Nani Purwati
Romance
ABSTRACT
Disudut kontrakan kecil berukuran 3x 4 disebuah kota metropolis, tinggalah dua sejoli pria dan wanita yang dua duanya berumur kisaran dua puluh lima .pasangan tersebut bernama Maya dan indra. Mereka pekerja buruh di suatu pabrik. Belum menikah, namun sudah tinggal berdua didalam satu kamar kontrakan. Ada sang kakak si lelaki namun mereka tidak mempermasalahkan mereka berdua. Hingga suatu saat wanita tersebut hamil dan lelaki itu belum menikahinya. Silelaki bersikeras menunda dengan alasan belum mempunyai modal. Dan wanita itu merasa sangat bodoh di permainkan seperti itu. Sehabis masa kontrak dipabrik tempat bekerja, wanita tersebut hanya tinggal dikontrakan. Sang pacar bekerja,namun gajinya tidak dibayarkan karena dipotong untuk ganti rugi kerugian PT tersebut. Kadang kala ketika tidak punya uang sama sekali, Maya akan mengumpulkan kera di magic com untuk dimasak ulang. Terkadang bapak indra datang memberi mi instan ,telor dan beras. Anehnya , keluarga indra tidak mencurigai anak dan pacarnya tersebut. Indra sering mabuk mabukan bersama teman kontrakan ataupun teman kerja. Dengan keadaan mengandung Maya sering kelaparan. Ia tidak mau pulang kedesa, ia menyesal dan malu. Termakan bujuk rayu indra pada suatu malam saat Maya dan dua temannya bermain ke kontrakan indra. Maya sangat tersiksa. Indra pemuda egois, pemarah dan kasar. Maya mengetahui setelah mereka pacaran dan Maya hamil. Sebelumnya tidak seperti itu. Bahkan, meminta untuk mengaborsi kandungannya. Dengan lugunya Maya menurut. Namun Tuhan menginginkan bayi itu lahir kedunia. Maya sering diperlakukan kasar, pernah diseret didepan temannya, padahal kandungan sudah membesar, pernah dibekap mulutnya dengan bantal. Maya ingin kabur,ingin lepas dari pria seperti itu.