Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
JEJAK DIANTARA KEPINGAN KACA
READING AGE 18+
Yohana Imelda tanii
others
ABSTRACT
Dunia seolah menorehkan luka sejak dini pada jiwaku, Yohana Queen Alencia. Kepergian orang tua ke seberang lautan meninggalkanku dalam pelukan nenek, namun takdir pun akhirnya merenggut sosok itu. Kesepian menjadi teman setia, memaksaku tumbuh dengan baju zirah ketangguhan yang kususun sendiri. Namun, di balik kekuatan itu, terselip jiwa yang tersesat—selalu memilih jalan yang berliku, bahkan yang menyakiti diri sendiri. Saat remaja, aku memutuskan berhenti sekolah, melangkah menjauh dari jalan lurus yang tak lagi terasa milikku. Pergaulan bebas menjadi pelarian, hingga pada usia tujuh belas tahun, aku benar-benar tenggelam dalam gemerlap dunia malam. Di sana, aku merasa menjadi ratu—uang mengalir deras, kemewahan menyelimuti hari-hari. Tapi itu hanyalah fatamorgana. Kilau itu tidak menyembuhkan, justru mengikis habis. Uang yang datang cepat pergi secepat angin, meninggalkan tumpukan hutang dan ketergantungan yang mengikat erat. Hidupku menjadi porak-poranda, jauh lebih kelam dibandingkan ketenangan sederhana yang dimiliki mereka yang hidup "biasa saja". Sepuluh tahun lamanya aku berputar dalam lingkaran setan itu. Sepuluh tahun melihat Windy, sahabat sejalan yang juga terperangkap, dan mengenang Reni—sahabat kecil yang hidupnya berjalan tenang, bagaikan cermin yang menunjukkan apa yang telah hilang dariku. Hingga di ambang usia dua puluh delapan, di titik terendah ketika aku merasa hancur lebur, takdir menghadirkan sosok asing yang mengubah segalanya: Khalif Fairus Pratama. Dia bukan bagian dari masa laluku, bukan kenangan yang tersimpan, melainkan lembaran baru yang tiba tanpa diduga. Di matanya, aku tidak melihat penghakiman atas retakan yang ada, melainkan penerimaan yang tulus. Dialah cahaya tak terduga yang menuntunku menyadari bahwa aku masih pantas untuk berhenti dan berubah. Namun, aku sadar, bangkit dari lumpur tidaklah mudah. Bayangan masa lalu, beban hutang, dan godaan untuk kembali masih mengintai. Ini adalah perjalanan panjang untuk menyusun kembali kepingan diriku yang hancur—membuktikan bahwa meski retak, sebuah "ratu" masih bisa bangkit dan bersinar kembali.