Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Kisah Ku Yang Penuh Lika liku
READING AGE 18+
Windy Ayunda
Romance
ABSTRACT
"Nama ku Dini,Aku tinggal di pedesaan aku wanita biasa yang selalu tak pernah di anggap oleh keluarga ku sendiri." Waktu dini usia 12 tahun dimana keluarga nya sedang berantakan karena ayahnya yang bernama Samsul dia sering main judi dan ibuku bernama Suryani dia selalu di sakiti dimana dia selalu di bohongi oleh suaminya sendiri. Dini punya Kaka dan adik kakak nya bernama Alek dan adiknya bernama Rini. Waktu itu dini baru saja mau selesai acara perpisahan sekolah dan ternyata ayah ibunya lagi bertengkar hebat karena ibunya di bohongi atas apa ucapan si bapa nya itu sangat tidak masuk akal karena setiap dia pulang kerja alesanya tidak pernah bawa uang karena usaha nya lagi sepi padahal ibunya tau kalo dia abis berjudi dan selalu kalah.Disitu ibu nya tau tapi dia pura pura tidak apa apa karena udah sering kaya gitu dia bosan dan capek selalu di bohongi makanya dia bertengkar hebat sampai minta cerai. Di satu sisi kakak nya masih kuliah dan adiknya masih kecil berumur 3 tahun.Aku sangat sedih melihat orang tuaku mau bercerai karena kesalahan ayahku punya kebiasaan buruk.Aku sangat kesal kepada ayahku dan aku Kakak dan adik kami lebih memilih ikut bersama ibuku. Dan disaat itu juga kami ber empat pindah kerumah nenek aku sangat sedih dan tidak tau harus gmna aku tidak tega dengan ibu aku berpikir ingin bekerja ingin membantu ibu tapi ibuku tidak mengijinkan aku untuk bekerja malah memintaku untuk terus menerus kan sekolah SMP. Aku tidak ingin ibuku sedih aku menuruti semua keinginan nya karena demi kebaikan ku juga. setelah beberapa bulan berlalu akhirnya ibuku dapat pekerjaan di jakarta dan aku pun mulai sekolah lagi di saat yang sama aku kasihan kepada adikku rini dia masih kecil tapi dia sudah di tinggal oleh ibuku, aku pun berkata "Ibu semoga ibu betah ya kerjanya semangat semoga sampai tujuan dengan selamat aku dan adik disini pasti sangat rindu pada ibu".Dan ibuku menjawab"Iya nak ibu janji akan selalu ngasih kabar semoga kamu bisa jadi anak yang pintar dan bisa jaga adik kamu dan kamu harus mandiri biar gak nyusahin nenek ya".Aku pun menjawab"Iya bu aku janji pasti jagain adik dan nenek hati hati Bu di jalan".Ibu ku menjawab"Yaudah ibu pergi dulu assalamualaikum".Aku pun menjawab"Waalaikumsalam" Dan di saat yang sama adikku nangis karena dia tidak mau di tinggal oleh ibuku,aku pun ikut menangis untung nya ada bibi ku yang mengajak pergi biar tidak sedih aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku juga tidak bisa membantu ibu demi kami semua jadi aku rela melepas ibu pergi untuk bekerja. Setelah beberapa bulan akhirnya bulan romadhon tiba kami berpuasa tapi kami sedih karena ibuku tidak bisa pulang karena tidak di perbolehkan oleh bos nya dan kami pun tidak bisa apa apa karena ibu kerja di rumah orang. Dan setelah satu bulan saat dimana malam takbir aku sangat sedih karena keluarga ku semuanya berkumpul cuma aku dan adikku sama kakak ku yang tidak bisa kumpul bersama ibu, karena ibu tidak di izinkan pulang sebelum lebaran sehari baru bisa pulang aku sangat sedih melihat adikku menangis karena di sisi kami tidak ada ibu. pas hari lebaran tiba aku sangat sedih karena aku tidak bisa bersama ibu adik ku terus saja menangis karena ingin ke ibuku aku tidak bisa berbuat apa-apa aku cuma bisa menenangkan adikku dan kami pun melewati semua ini dengan kehampaan tanpa ada ibu di sisi kami meskipun suasana dirumah nenek ramai bibi ku juga sangat sedih melihat aku dan adikku terus menangis.
Dan setelah beberapa waktu yang terus menerus berjalan akhirnya aku lulus sekolah SMP, dan adikku juga dia sudah sekolah TK, dan kakak ku juga sudah lulus sekolah dan langsung kerja kami semua selalu di tanggung oleh ibuku sendiri aku salut sama ibuku dia emng hebat ibu yang hebat yang aku sayangi.
Dan di saat itu juga aku berbicara kepada ibuku"Ibu aku sekarang udah lulus apa aku boleh bekerja sekarang dengan teman ku aku ingin membantu ibu". Ibuku menjawab "Kamu tidak boleh kerja bank kamu harus pesantren terusin keinginan ibu yang dulu blm tercapai".Aku pun menjawab "Tapi bu aku tidak mau pokok nya aku pngn kerja". Ibuku menjawab "Tidak boleh kamu harus pesantren titik".Aku tidak bisa menjawab apa lagi karena aku tidak mau ibu sedih.
Dari situ aku sangat sedih aku tidak ingin pesantren dan aku dipaksa harus mesantre dan disinilah awal mula aku sangat kesal.
Setelah itu aku diantar oleh ibu dan kakak ku masuk pesantren dmn anak Tante aku juga mesantre dstu aku sangat sedih karena akhirnya aku berpisah sama temen ku sekaligus sodara ku sndiri.
Setelah sampai di pondok pesantren kami pun masuk ke rumah guru yang mengajar ku nanti dan kami pun berbincang panjang lebar dan akhirnya aku pun di antar ke asmara putri dan disitu aku juga berpisah lgi sama keluarga ku.
Aku sangat sedih tidak bisa terima itu tapi mau gmna lagi sudah terlanjur akhirnya aku pun di antar oleh guruku ke tempaan asrama putri dan aku pun di kenalkan sama santriwati lain