Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
ATAS NAMA CINTA
READING AGE 18+
Wahyudi nabu
Romance
ABSTRACT
Episode 1: Awal Cerita
Di bawah naungan pohon mangga tua yang rimbun, Ardi dan Rana tumbuh bersama seolah tak terpisahkan. Sejak kecil, ke mana pun mereka pergi selalu beriringan, berbagi tawa, tangis, hingga rahasia yang tak pernah diketahui orang lain. Bagi tetangga dan keluarga, mereka bagaikan sepasang kekasih kecil yang ditakdirkan bersatu. Namun, kenyataannya berbeda. Di mata Rana, Ardi adalah sahabat terbaik, saudara yang paling ia percaya di dunia ini. Sementara di lubuk hati Ardi, rasa sayang itu perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam, diam, dan penuh pertimbangan.
Ardi sadar betul risiko yang ia hadapi. Ia takut jika mengungkapkan isi hatinya, ikatan persahabatan yang sudah terjalin bertahun-tahun akan retak bahkan hancur seketika. Baginya, kehilangan Rana dari hidupnya adalah hal yang paling mengerikan, jauh lebih menyakitkan daripada harus menyimpan rasa ini sendirian selamanya. Maka, Ardi memilih diam. Ia mengunci rasa cintanya rapat-rapat, menutupinya dengan senyum tulus dan perhatian sahabat. Baginya, sekadar bisa ada di sisi Rana, mendengar suaranya, dan melihatnya bahagia saja sudah merupakan anugerah besar yang tak ternilai harganya. Ia berjanji pada dirinya sendiri, apa pun yang terjadi, ia akan tetap ada, menjaga dan mencintai dengan caranya sendiri.
Episode 2: Rasa yang Tumbuh
Masa remaja berlalu, membawa perubahan pada fisik dan perasaan mereka. Rana semakin cantik dan menarik perhatian banyak lelaki di sekolah maupun lingkungan sekitar. Sementara Ardi, tumbuh menjadi pemuda pendiam yang tenang, namun selalu menjadi tempat Rana bersandar. Setiap hari yang mereka lewati terasa indah bagi Ardi. Waktu yang dihabiskan bersama, sekadar mengobrol atau berjalan berdua, terasa cukup untuk membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, di balik kebahagiaan itu, ada rasa cemas yang perlahan tumbuh subur di hati Ardi. Ia sadar, gadis seindah dan sebaik Rana tidak mungkin selamanya miliknya dalam bentuk persahabatan. Akan ada waktunya orang lain datang dan menggantikan posisinya.
Ketakutan itu semakin nyata seiring Rana mulai sering bercerita tentang lelaki lain. Meski hanya sekadar cerita biasa, bagi Ardi setiap kata itu seperti tusukan kecil yang menusuk jantungnya. Ia berusaha bersikap biasa saja, tertawa dan memberi tanggapan seolah tidak ada apa-apa, padahal di dalam dadanya ada gejolak besar yang berusaha ia redam. Ardi mulai belajar mengerti makna peribahasa "cinta tak harus memiliki". Ia berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kebahagiaan Rana adalah kebahagiaannya juga, meski sumber kebahagiaan itu bukan berasal darinya. Ia berjanji akan tetap menjadi pendukung setia, meski hatinya perlahan dipenuhi rasa rindu yang tak terbalas.
Episode 4: Masuknya Orang Ketiga
Masa kuliah membawa mereka ke lingkungan yang lebih luas, bertemu banyak orang baru, dan membuka wawasan baru. Ardi dan Rana masih tetap dekat, masih sering bertemu dan berbagi cerita, namun dinamika mulai berubah perlahan. Suatu sore yang cerah, di kafe kecil langganan mereka, Rana datang dengan wajah yang sangat berbeda. Matanya berbinar indah, senyumnya tak lepas dari bibir, dan ada semangat baru yang terlihat jelas dari gerak-geriknya. Ardi yang sudah hafal benar setiap ekspresi sahabatnya langsung menangkap perubahan itu. Ada sesuatu yang sedang disembunyikan Rana, sesuatu yang besar dan membahagiakan.
Dengan antusias, Rana menceritakan tentang seseorang yang baru ia kenal di kampus, namanya Dimas. Ia bercerita betapa sopannya Dimas, betapa pintarnya, betapa lucunya, dan betapa nyamannya ia merasa saat berada di dekat lelaki itu. Saat nama itu disebutkan, rasanya ada sesuatu yang berat menghantam d**a Ardi. Napasnya terasa sesak seolah udara di sekelilingnya tiba-tiba menipis. Inilah saat yang paling ia takutkan. Orang ketiga itu akhirnya datang juga, masuk dan mulai mengisi ruang hati Rana yang selama ini diam-diam Ardi harap masih kosong untuknya. Dunia Ardi seakan runtuh seketika, namun ia berusaha sekuat tenaga agar wajahnya tidak menunjukkan rasa sakit itu.
Episode 5: Pura-pura Bahagia
Mendengar cerita Rana yang tak henti-hentinya memuji sosok Dimas, Ardi merasa seolah-olah ada ribuan pisau kecil yang menancap di hatinya. Namun, ia sadar, ia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di depan Rana. Ia tidak boleh menjadi penghalang kebahagiaan gadis itu. Maka, Ardi memaksakan senyum paling lebar dan paling tulus yang ia mampu, meski di dalam hatinya sedang hancur berkeping-keping. Ia mengangguk, mendengarkan, dan bahkan ikut memuji Dimas seolah ia memang senang mendengar kabar itu. Padahal, setiap kata pujian yang keluar dari mulutnya terasa sangat pahit dan berat.
"Kalau dia bikin kamu senang, berarti dia orang yang baik, Ran. Aku dukung kamu," ucap Ardi dengan suara yang berusaha ia jaga agar tidak bergetar. Kata-kata itu keluar begitu saja, meski jauh di dalam lubuk hatinya ia berteriak ingin mengatakan hal sebaliknya. Ia ingin berteriak bahwa dialah orang yang tepat itu, bahwa dialah yang sudah ada sejak dlu