Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Bila Waktu Bisa Diputar Kembali
READING AGE 18+
Clary May
Romance
ABSTRACT
Hari itu hujan turun dengan lebat. Safira baru saja sadar kembali setelah satu minggu lamanya terbaring di rumah sakit. Hawa dingin menyerang tubuhnya yang masih diselimuti dengan piyama rumah sakit. Matanya mengedar, memandangi jalan raya perkotaan dari atas gedung. Ia terdiam.
Dia masih ingat dengan jelas dosa apa yang sudah dia lakukan waktu itu. Amarah memenuhi dirinya. Perasaan kasih tersembunyi dan kecewa yang sudah dia pendam sedalam-dalamnya, menyeruak keluar saat dia mendapati tubuh ayahnya sudah mendingin. Sekarang, satu-satunya tempatnya untuk kembali sudah tidak ada. Duka itu menghanyutkannya begitu dalam. Hingga suatu hari ia ditemukan di dalam kamar dengan keadaan nyaris tak bernyawa. Busa putih keluar dari dalam mulutnya. Safira menggenggam kedua tangannya yang bergetar hebat. Sekuat tenaga dia berusaha untuk menahan diri agar tidak menangis. "Kalau mau nangis jangan di sini," Safira terdiam kaku. Jantunganya berdegup kencang karena kaget. "Bau rokok," batinnya. Saat itulah ia pertama kali bertemu dengan pria asing yang dengan tidak tahu malunya merokok di area rumah sakit. Meskipun sudah 10 tahun berlalu, Safira masih belum mengetahui rupa dan nama orang asing itu. Dan entah kenapa dia masih memikirkan laki-laki itu.