Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Add Innovel to the desktop to enjoy best novels.
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
Dia yang duduk di meja sebelah
READING AGE 18+
USER4486508368
Romance
ABSTRACT
Bagaimana jika cinta pertama justru datang dari arah yang paling dekat, tapi paling tak terduga?
Nayla tidak pernah percaya cinta di sekolah bisa bertahan. Menurutnya, masa SMA hanya tentang nilai, teman seperjuangan, dan lulus tepat waktu. Tapi semuanya mulai berubah sejak ada siswa pindahan bernama Kenan—pendiam, dingin, dan hobi menulis puisi—yang duduk tepat di meja sebelahnya.
Awalnya, mereka hanya bertukar pandang. Lalu mulai saling pinjam pulpen. Lalu, tanpa sadar, mulai saling membaca halaman buku satu sama lain. Nayla menyadari, Kenan membawa ketenangan yang selama ini ia cari dalam hidup yang dipenuhi target dan tekanan.
Namun, semakin dekat mereka, semakin Nayla tahu: Kenan menyimpan rahasia yang tidak sederhana. Tentang kehilangan, tentang seseorang di masa lalu, dan tentang surat-surat yang tidak pernah ia kirimkan—kepada seseorang yang hingga kini masih ada di hatinya.
Ketika kenyataan datang lebih cepat dari keberanian mereka untuk jujur, Nayla harus memilih: tetap duduk di samping Kenan sebagai teman yang diam-diam menyimpan rasa, atau melangkah pergi sebelum hatinya terluka lebih dalam.